oleh

Waow…Pekerja Bangunan Di RSUD Sinjai Abaikan APD, Kok Bisa ?

SINJAI – Paparazziindo Com. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi pekerja bangunan masih diabaikan. Pada pembangunan gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai milik Pemerintah Kabupaten Sinjai misalnya, tanpa dilengkapi APD, sementara para buruh bangunan bekerja di ketinggian.

Pantauan Paparazziindo.com, pada proyek Miliyaran tersebut, tampak sejumlah buruh pekerja bangunan di Gedung Rawat Jalan RSUD Sinjai, Sulawesi Selatan ,pada bagian depan para buruh bekerja tanpa memakai Alat Pelindung Diri (APD), begitu juga buruh pekerja yang bekerja pada bangunan gedung Rawat Inap dan Gedung Farmasi, bagian belakang RSUD, terlihat tidak ada buruh memakai helm, justru yang ditemukan, helm proyek yang sedianya digunakan pekerja, telah jadi sampah dan dipenuhi campuran semen.

Padahal sesuai petunjuk Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang di pajang di lokasi pembangunan, telah tertuang jelas ada 10 aturan, yang harus dipatuhi oleh para pekerja buruh saat bekerja bangunan bertingkat di ketinggian, diantaranya pakai helm, pakai sepatu kerja, seragam kerja, pakai masker.

Dan hal ini tentunya dibawah pengawasan pihak penanggung jawab proyek pembangunan atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), untuk menegur pekerja.

dr. Emmy PPK pembangunan Rawat Jalan RSUD Sinjai, yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (25/11/20), membenarkan, fakta di lapangan, benar pekerja buruh yang lagi bekerja sekarang pada gedung bertingkat abaikan APD.

“Begini pak pada awal pekerjaan bangunan Rawat Jalan, semua buruh telah dilengkapi APD, mulai dari Helm proyek, baju seragam dan sepatu boat pelastik, tapi setelah proses pekerjaan berjalan, para pekerja mengabaikan, tidak lagi mau memakai APD dengan alasan, menurut mereka terlalu ribet, ” Ucapnya.

“Jadi yang kita lihat di lapangan, adanya para pekerja tidak memakai APD, ya itu memang benar pak, silahkan diberitakan karena itu berdasarkan fakta, tetapi hal ini saya sendiri sebagai PPK telah menyampaikan kepada pengawas (Mandor) proyek, agar pekerja buruh tetap harus memakai APD saat bekerja untuk keselamatan pekerja, ” Jawabnya.

Sementara mandor proyek Pembangunan Gedung Farmasi RSUD Sinjai, Gazali, yang ditemui terpisah pada bagian belakang mengatakan, ” Para pekerja buruh telah kita berikan APD, tapi mereka hanya memakai sekali saja, setelah itu mereka malas lagi memakainya, karena katanya, tidak leluasa bergerak bekerja, ” Bilangnya.

Hal sama disampaikan pula oleh Amran, mandor proyek pembangunan gedung Rawat Inap RSUD Sinjai, mengaku, semua pekerja buruh telah pernah dilengkapi APD, tapi belakangan mereka sudah tidak pakai lagi, alasannya sama rata – rata pekerja bilang rompaki bekerja kalau pakai APD.

” Semua pekerja ini pak, kita sudah pernah bagikan dan lengkapi APD sewaktu pertama kali bekerja, tapi sesudahnya itu mereka tidak pakai lagi, karena katanya, rompaki bekerja kalau pakai APD, sekarang kita tidak tau dimana lagi mereka simpan itu APDnya, padahal kita sudah seringkali menegurnya, ” Ucapnya saat ditemui di lokasi proyek pembangunan pekan lalu.

Diketahui, dari info papan proyek, Pembangunan Gedung Rawat Jalan RSUD Sinjai, nilai kontrak proyek tersebut Rp. 17.096.097.171,08 (17 Milyar lebih), dengan waktu pelaksanaan 150 hari kalender dan akan berakhir pada 14 Desember 2020 ini, Kontraktor Pelaksananya PT. Harfia Graha Perkasa.

Sedangkan pada proyek pembangunan Gedung Rawat Inap, menelan anggaran sesuai nilai kontrak Rp. 9.469.582.649.00 atau sebesar (9 Milyar lebih) dan waktu pelaksanaannya akan berakhir 16 Desember 2020, dengan Kontraktor Pelaksana yang berbeda yakni, PT. Intan Indah Pelangi.

Sementara Kontraktor Pelaksana pada proyek pembangunan Gedung Farmasi RSUD Sinjai, PT. TE’NE JAYA, dan akan berakhir pada 16 Desember 2020, dengan nilai kontrak Rp. 9.471.473.631.00 (9 Milyar lebih). (Elang)

Facebook Comments