oleh

Tragedi Bom Bali 1 Menyisakan Duka Yang Mendalam

-Nasional, News-1.900 views

Bali, parazziindo.com. Tragedi Kemanusiaan Bom Bali 1 tahun 2002 lalu di jalan Legian Kuta Bali yang terjadi malam hari tentu masih teringat jelas diingatan kita, bagaimana tidak, tragedi tersebut adalah rangkaian tiga peristiwa yang sangat menghebohkan.

Dua ledakan pertama terjadi di Paddy’s Pub dan Sari Club di jalan Legian Kuta Bali, sedangkan ledakan terakhir terjadi didekat Kantor Konsulat Amerika Serikat.

Pada peristiwa tersebut, tercatat kurang lebih 202 korban jiwa dari beberapa Wisatawan Asing dan Lokal yang sedang berkunjung ke lokasi Wisata Bali dan dianggap sebagai peristiwa terorisme terparah dalam sejarah.

Amrosi cs yang menjadi pelaku peledakan bom, terpaksa dieksekusi mati di Nusakambangan pada tanggal 9 November 2008 lalu.

Sanra yang merupakan keluarga korban bom Bali 1 asal Australia yang ditemui depan Monumen Tragedi Bom Bali jalan Legian Kuta Bali, kamis malam (19/7/18), mengatakan sangat kehilangan salah satu kerabat yang menjadi korban tragedi saat itu.

“Sungguh saya sangat kehilangan seorang Paman yang mati dengan keji atas ledakan bom yang dilakukan Amrosi Cs, hingga menyisakan duka yang mendalam, tapi kami sungguh berterima kasih atas kerja Polri sebagai penegak hukum, karena sudah mengeksekusi mati pelakunya,” tutur Sanra dengan bahasa Indonesia yang tidak begitu pasih.

Sementara dari pantauan tim media ini didepan Monumen Tragedi Kemanusiaan Bom Bali 1, bendera kebangsaan yang sebelumnya pernah terpasang ditiap tiang-tiang bendera pada Monumen tersebut, kini tidak ada satupun bendera yang terpasang. (Elang Suganda)

Editor : Ashari

Facebook Comments