oleh

Target PKB Samsat Sinjai Tahun 2021, Rp 20 Milliar Lebih, Ka UPTP Harap Wajib Pajak Segera Membayar Tagihan Pajaknya

PAPARAZZIINDO.COM. SINJAI – Target Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) untuk tahun 2021 ini sebesar Rp 20. M. 590 Juta, pada Samsat wilayah Sinjai.

Sementara untuk posisi saat ini pada bulan berjalan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) kita sudah mencapai Rp.7. 820. 382.285 (37.98%), sisa 62,02% atau sebanyak Rp. 12.770.517.715 dari target.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala UPTP ( Unit Pelaksana Teknis Pendapatan) Samsat Sinjai, Akmal Tabbate kepada Media ini saat bincang-bincang di ruang kerjanya, Senin (21/6/2021).

Dikatakannya,”Target PKB untuk Tahun 2021 sebesar Rp, 20 Miliar 590 Juta, belum ada 50% dari target PKB, kita harapkan pada akhir tahun bisa capai 100% dari target,”Ujarnya.

“Upaya yang kita lakukan agar bisa mencapai target yakni, melalui Door to door, Samkel, Kedai dan Gerai serta operasi penertiban yang kita lakukan bersama pihak Kepolisian dalam hal ini Kanit Regident Samsat Sinjai beserta Jasa Raharja, karena kita berkantor satu atap,”Ucapnya.

Mengenai tagihan pajak Randis, sekarang ini sisa sedikit, tidak sampai lagi Rp, 200 Juta.

“Dulu sewaktu pertama kali saya bertugas sebagai staf biasa disini (Samsat Sinjai -Red) 3 Agustus 2020, dan baru dilantik sebagai Kepala UPTP (Unit Pelaksana Teknis Pendapatan) Samsat wilayah Sinjai 1 September 2020 lalu tagihan pajak Randis capai Rp 700 Juta,” Ucapnya.

“Namun sekarang tunggakan pajak Randis sudah berkurang, pihak Pemerintah telah membayar tunggakan pajak randisnya, selain itu ada beberapa unit Randis yang pajaknya sudah dihapuskan, karena sudah dilelang, selain itu ada juga Randis yang tidak terpakai lagi dan dalam keadaan kondisi rusak parah,”Sambungnya.

“Kita berharap pada Tahun 2021 ini tagihan PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) randis milik Pemerintah Kabupaten sudah bisa terbayarkan, sehingga pencapaian target PKB kita bisa terealisasi 100 persen pada akhir tahun,”Tandasnya.

“Kita juga berharap kepada masyarakat agar segera membayar tagihan pajak Ranmornya yang telah jatuh tempo, apalagi dengan adanya kebijakan Pemerintah penghapusan denda pajak hingga 30 Juni 2021 ini.

Jadi wajib pajak yang menunggak pajak kendaraan bermotornya, tidak lagi dikenakan biaya denda tunggakan pajak ranmornya, hanya membayar biaya Pokoknya saja sesuai tagihan pajak jenis kendaraannya,”Tuturnya.

Sedang Kasi Pendataan Samsat Sinjai, Abdul Rahim menjelaskan, bahwa untuk tagihan pajak khusus Kendaraan Dinas (Randis) milik Pemerintah, Roda dua (R2) dan Roda Empat (R4), untuk sekarang ini sisa tagihan pajak randisnya hanya tersisa sebesar Rp, 121.240.431, dengan jumlah kendaraan sebanyak 363 unit, sudah termasuk R2 dan R4 pada posisi 18 Juni 2021,”Jelasnya.

“Untuk mengetahui daftar Nopol randis yang jatuh tempo pajaknya dan OPD penanggung jawab kendaraan, sesuai data Samsat wilayah Sinjai,”kata Abdul Rahim. Berikut daftarnya :

Sementara itu Kepala Bidang Aset Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD), Andi Adnan Mappirewa, yang dihubungi terpisah melalui telepon WhatsApp, Senin (21/6/2021), menyampaikan,” Mengenai tagihan pajak Randis tidak semuanya menjadi tagihan Pemerintah Kabupaten Sinjai, namun ada juga di Pemerintah Desa dan instansi lainnya,”Jelasnya.

“Untuk sekarang ini ada 146 unit yang sudah ada SK penghapusan pajaknya, karena kendaraan tersebut telah dilelang dan sudah bukan lagi menjadi milik atau tanggung jawab pihak Pemerintah,”Ujarnya.

“Mengenai tagihan Pajak randis yang disebutkan Samsat Sinjai yang rill, tetap menjadi tanggung jawab SKPD pengguna barang milik daerah untuk menganggarkan di Daftar Pengisian Anggaran (DPA) masing-masing,” Jelasnya.

Terkecuali lanjut Andi Adnan,”Randis yang telah diusulkan penjualannya dan telah diserahkan ke pengelola Aset, itu menjadi tanggung jawab BPKAD selaku pejabat penatausahaan barang milik daerah.

Insyaallah Minggu ini kami bereskan dengan pihak Samsat, untuk kejelasan berapa sebenarnya jumlah tunggakan sebagaimana dijelaskan oleh pihak Samsat Sinjai.

“Kami akan sandingkan dengan data yang ada pada sistem SIMBAKDA berapa sebenarnya jumlah kendaraan yang masih tercatat sebagai aset dan kendaraan yang sudah terhapus akibat pemindahtanganan. Sehingga diperoleh¬† jumlah rill tunggakan yang sebenarnya,”Tutupnya.

(Elang)

Facebook Comments