oleh

Sejarah Di Makassar Kotak Kosong Kalahkan Appi-Cicu, Ini Perjalanan Sengketa Pilwalkot

Makassar, paparazziindo.com. Impian Munafri Arifuddin-Rahmatika Dewi untuk memimpin kota Makassar sebagai Walikota dan Wakil Walikota periode 2019-2024 harus tertunda

Pasalnya, paslon tunggal yang akrab Appi-Cicu ini, gagal mencapai suara 50 persen lebih di Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018.

Hasil rekap KPU untuk suara pemilihan 15 Kecamatan yang dilakukan pada salah satu hotel, justru Kolom Kosong (KoKo) berhasil mengungguli Appi-Cicu. Paslon yang bertagline “Makassar Kita Punya” hanya unggul di dua kecamatan, 13 kecamatan lainnya di menangkan KoKo.

KoKo meraih total suara 300.795 (52,23 persen) sementara Appi-Cicu meraih total suara 264.245 (46, 77 persen)

Dengan kondisi ini, pilkada Makassar 2018 gagal melahirkan pemimpin. Karena itu, menurut KPU, pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar kembali di gelar pada 2020 mendatang.

Seperti di kabarkan berbagai media, saat proses rekapitulasi KPU diwarnai ketegangan. Ratusan massa pendukung paslon tunggal mengamuk, mencoba menerobos blokade kawat berduri yang di pasang didepan hotel.

Drama Perjalanan Sengketa Pilwalkot Makassar

Sebelumnya, perjalanan Pilwalkot Makassar menuai sengketa. Ini terkait gugatan pasangan Appi-Cicu perihal penetapan pasangan DIAmi (Danny Pomanto-Indira Mulyasari) sebagai paslon Pilwalkot saat Pilkada serentak 2018

Tak ayal, sengketa Pilwalkot menarik dan menjadi atensi warga. Dalam perjalanannya, berbagai aksi turut mewarnai. Baik dari kubu petahana maupun dari paslon tunggal, silang sengkarut ini pun memakan waktu hingga tiga bulan.

Ending sengketa berakhir pada 16 Mei 2018, ketika itu jelang Ramadhan 1439 Hijriah, saat itu, KPU Makassar menolak perintah Panwaslu mengikutkan DIAmi sebagai peserta Pilwalkot

Keputusan tersebut seakan menjadi sumprit sekaligus sinyal bagi paslon DIAmi tereliminasi sebagai kontestan Pilwalkot.

Atas peristiwa itu, publik kota daeng menyebut “sejarah baru” mencari 01 Makassar karena di ikuti hanya satu paslon.

Makassar, 09 Juli 2018

Penulis : Rusli Rifar
Editor : Ashari

Facebook Comments