oleh

Sat Reskrim Polres Sinjai Amankan Satu Unit Excavator Milik Warga di Gareccing, Ini Sebabnya

PAPARAZZIINDO.COM. SINJAI – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sinjai, unit Tindak pidana tertentu (Tipiter) berhasil mengamankan satu unit kendaraan alat berat jenis Excavator milik salah seorang warga berintial (ST), yang beralamat di Dusun Gareccing, Desa Talle, Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (3/9/2021).

Alat berat Excavator yang diduga digunakan untuk usaha pertambangan galian golongan C, diamankan Polres Sinjai, Jumat (3/9). Foto: Paparazzi.

Alat berat Excavator tersebut diketahui telah diamankan pihak Sat Reskrim Polres Sinjai, lantaran diduga telah digunakan untuk kegiatan usaha Pertambangan galian golongan C tanpa ijin usaha resmi.

Kasat Reskrim Polres Sinjai, Iptu Abustam SH. (Foto: Paparazzi)

Kasat Reskrim Polres Sinjai Iptu Abustam SH, yang ditemui Paparazziindo.com, di ruang kerjanya, Jumat (3/9/2021) menjelaskan,”Kendaraan Alat berat Excavator milik (ST), (40) diberikan Police Line oleh anggota Tipiter agar tidak lagi dioperasikan, lantaran diduga telah digunakan untuk kegiatan usaha pertambangan galian golongan C tanpa ijin usaha di Sungai Gareccing, Desa Talle pada hari Senin, (16/8/2021) lalu.

Hanya saja, Excavator yang digunakannya baru hari ini (Jumat-red) dibawa ke Polres Sinjai untuk diamankan, karena pada waktu mau dibawa saat ditangkap oleh anggota Tipiter, Excavator itu dalam keadaan rusak,”Jelasnya.

Lanjut disampaikan, untuk saat ini sudah ada tujuh (7) orang yang telah dimintai keterangan oleh penyidik terkait kegiatan pertambangan tersebut,”ucapnya.

Dari ke 7 orang tersebut berintial, (ST) sebagai pemilik lokasi, (DL) bertindak sebagai tukang catat, (RS) operator alat berat dan (Ed), (SL), (AR) sebagai sopir dump truk.

“Kegiatan tersebut terungkap adanya laporan dari Warga setempat, yang melaporkan ke pihak Kepolisian Polres Sinjai, kalau ada kegiatan pertambangan disepanjang sungai Gareccing.

Sehingga Unit Tipiter melakukan penyidikan ke lokasi, yang dipimpin oleh Kanit Tipiter Aipda Asfar bersama empat anggota Tipiter Polres Sinjai.

Dari kegiatan tersebut pihak Polres telah mengamankan Barang Bukti (BB) berupa satu unit Excavator merk Kobelco warna hijau, 3 unit mobil dump truk dan uang tunai hasil penjualan sirtu senilai Rp 700.000,”ucap Abustam.

“Untuk penetapan tersangka kita masih menunggu keterangan ahli dari Dinas Pertambangan,”ujarnya didampingi Kanit Tipiter, Aipda Asfar.

“Jika terbukti, mereka akan dijerat telah melanggar pasal 158, UU No 3 tahun 2020, tentang perubahan atas UU No 4 tahun 2009, tentang pertambangan mineral dan batu bara, ancaman hukumannya 5 Tahun penjara,”tutupnya.

(Opi)

Facebook Comments