oleh

Rembuk Stunting di Sinjai, Bupati Harap Komitmen Seluruh Stakeholder Membantu Anak-anak

PAPARAZZIINDO.COM. SINJAI – Kegiatan Rembuk Stunting yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai, di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai di Tanassang Kelurahan Alehanuae Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, dibuka secara resmi oleh Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa, Kamis (25/3/2021).

Mengawali pembukaan kegiatan Rembuk Stunting yang dilaksanakan dengan tetap mengedepankan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19.

Kepala Bappeda Sinjai, Irwan Suaib, yang diketahui sebagai Panitia Pelaksana kegiatan Rembuk Stunting, mengatakan,” Pertemuan ketiga rembuk stunting ini merupakan satu langkah penting yang harus dilakukan pemda untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan aksi konvergensi pencegahan dan penurunan stunting yang dilakukan secara bersama-sama antara perangkat daerah penanggung jawab pelayanan dengan sektor atau lembaga non pemerintah dan masyarakat,”Sebutnya.

Tujuan dari kegiatan ini, ungkap Irwan, “untuk menyampaikan hasil analisis situasi dan rancangan tentang kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi serta penyampaian jumlah kasus dan prevelansi stunting.

Kemudian, mendeklarasikan komitmen pemda dan menyepakati rencana jegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi, membangun komitmen publik dalam penurunan stunting terintegrasi di kabupaten Sinjai,” Ucapnya.

Selanjutnya Bupati Sinjai Andi Seto Asapa yang secara resmi membuka kegiatan Rembuk Stunting, menekankan keterlibatan semua stakeholder untuk ikut serta dan bersatu melakukan upaya percepatan penurunan prevalensi stunting sebagai wujud komitmen pemerintah daerah.

Menurut orang nomor satu di Siinjai ini, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK). hingga saat ini stunting masih menjadi salah satu pokok permasalahan gizi di Indonesia dan merupakan masalah multimensional yang terjadi di seluruh wilayah.

Bukan hanya karena faktor kemiskinan dan akses terhadap pangan, tetapi juga pola asuh dan pemberian makan pada balita. Dengan demikian, pembinaan gizi masyarakat bertujuan meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan gizi keluarga untuk meningkatkan status gizi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita.

“Stunting menjadi prioritas nasional dalam RPJM untuk menurunkan angka prevalensi stunting hingga 14 % di tahun 2024 nanti dari angka 30,8 % pada tahun 2018 berdasarkan data riset kesehatan dasar (Riskesdas) sejalan dengan Pemerintah Pusat,”Ungkapnya.

Lanjut ke disampaikannya, seluruh kebijakan membutuhkan dukungan dan komitmen dari seluruh pihak. Oleh karena itu, melalui rembuk stunting ini kita dapat menyamakan persepsi dan menggalang komitmen dari seluruh stakeholder,”Harap Bupati.

“Kegiatan ini pula diharapkan lahir tekad dan komitmen yang sungguh-sungguh dari kita semua untuk membantu anak-anak kita terutama di kabupaten sinjai agar menjadi generasi mandiri, unggul dan mampu berdaya saing dimasa yang akan datang sesuai dengan motto sinjai bersatu, mari kita bersatu, bersama atasi stunting,”Tekannya.

(Kejari Sinjai, Ajie Prasetya, saat menandatangani Komitmen Rembuk Stunting. Foto : Pz)

Kegiatan Rembuk Stunting tersebut dari pantauan Paparazziindo.com, sekaligus dengan penandatanganan Komitmen di atas Baliho berukuran besar yang telah disediakan di ruang Pola Bupati Sinjai, diawali oleh Bupati Sinjai, Kejari Sinjai, Kapolres Sinjai yang mewakili, Dandim 1424 Sinjai yang mewakili, Kepala Bidang PPM Bappelitbangda Pemprov Sulsel, Andy, TGUP Bidang Kesehatan Pemprov Sulsel, Prof Veni Hadju, INEY Ditjen Bina Banda Kemendagri RI Lukman Hakim dan para Kepala OPD, Camat, Lurah, Kepala Desa.

(Elang)

Facebook Comments