oleh

RDP Soal Kelangkaan Tabung Gas 3 Kg di DPRD, Dinas Perindag Sinjai Sepakat Keputusan Rapat

SINJAI, Paparazziindo.com, Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Senin (18/01/2021), terkait Isu kelangkaan tabung Gas elpiji 3 Kg yang di soal oleh sebagian masyarakat di Sinjai, belum lama ini, seperti diberitakan sebelumnya, akhirnya menemukan kesepakatan bersama.

Pada RDP tersebut, Ketua Komisi III, Drs. Akmal, saat memimpin rapat mengatakan, ” Menindaklanjuti isu di tengah masyarakat saat ini, terkait soal kelangkaan tabung Gas elpiji 3 Kg, pertama sangat perlu dilakukan monitoring ke setiap pangkalan tabung gas elpiji di Sinjai, kedua pemantauan di tengah masyarakat setiap saat,”pintanya.

Pada RDP tersebut, Ketua DPRD Sinjai, Lukman Arsal menyampaikan,” Dalam penggunaan tabung Gas 3 Kg bersubsidi, hendaknya ada aturan pembatasan bagi orang yang tidak berhak.

Sehingga penggunaan tabung gas bersubsidi tepat sasaran, hanya diperuntukkan bagi warga miskin. Kalau perlu nanti Dinas Perindag membuatkan kartu khusus bagi warga miskin, untuk diperlihatkan dan dipergunakan saat membeli tabung bersubsidi, agar tidak lagi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” Sarannya.

Sementara pelaksanaTugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), Sinjai, Muh. Saleh menyetujui saran dan keputusan RDP yang disepakati.

“Insyaallah dalam waktu dekat ini, kita akan membuat jadwal dan lokasinya untuk melakukan operasi pasar serta melakukan evaluasi terhadap pangkalan, dan kami juga minta kepada pangkalan agar menanda tangani pernyataan bersedia menyiapkan tabung Gas elpiji 3 Kg, separuh dari jumlah kuota yang dari agen untuk melayani warga,” Ucapnya.

“Keputusan ini diambil untuk menjamin ketersediaan tabung Gas elpiji 3 Kg yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Hal ini juga dilakukan untuk mengawas dan mengontrol Harga Eceran Terendah ( HET ) di Pangkalan,” tegasnya.

Lanjutnya, “Kita berusaha bagaimana agar harga dan ketersediaan tabung Gas 3 Kg tetap ada di Pangkalan dan tetap terpantau, contohnya, kalau pangkalan mendapat jatah kuota 50 setiap hari, maka pangkalan harus menyisakan 25 tabung dan harus ada,” ucapnya.

Saat ditanya, usai RDP, soal harga ditingkat pengecer yang menjual diatas HET ?

Mantan Kabag Pembangunan Sekretariat Daerah Sinjai ini, menjelaskan,”Hal itu nanti, kita akan undang kembali pada rapat koordinasi dengan bidang perekonomian sekretariat daerah, karena tadi pangkalan kurang yang hadir, “tuturnya.

“Lanjutnya, sebab Pemerintah juga tidak boleh mengambil keputusan harga untuk tingkat pengecer, karena sudah ada harga yang ditetapkan Pertamina sampai di Pangkalan, Pak Ketua DPRD juga masih mencari regulasi yang mengatur itu,”tutupnya, kepada Paparazziindo.com.
(Elang)

Facebook Comments