oleh

Proyek Land Mark Kota Sinjai Telan 1,7 Milyar, Terkesan Dikerja Akal-Akalan

-Daerah, News-3.037 views

SINJAI, paparazziiindo.com. Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan RTH/Penataan Land Mark Kota Sinjai di Kelurahan Balangnipa Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan mengundang perhatian sejumlah kalangan, Rabu (12/12/18).

Pasalnya, proyek yang dikerjakan CV. Al Husna, dan menelan anggaran sebesar 1,7 Milyar lebih tersebut telah habis masa kontrak kerjanya sejak 6 Desember 2018 lalu. Ironisnya, proyek yang didalamnya telah terpampang nama Taman Karampuang tersebut, dikenakan Adendum dengan alasan Miniatur Rumah Adat Karampuang pada taman yang telah dikerjakan pihak Kontraktor tidak sesuai RAB. Hal ini setelah dikoreksi dan dinilai oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sinjai.

Pertanyaanya sekarang, ujar salah seorang sumber di Kantin Kantor Bupati Sinjai lama yang tidak ingin disebutkan jati dirinya menyanyangkan proyek RTH tersebut tidak selesai tepat pada waktunya.

“Kenapa sejak pembangunan RTH, Miniatur Rumah Adat Karampuang dikerjakan, tidak disesuaikan memang dengan RABnya. Pekerjaan proyek Taman Karampuang ini terkesan akal-akalan, dan pihak PPK tersebut diduga ikut bermain agar pekerjaan proyek itu bisa dikenakan Adendum hingga masa kerjanya yang harusnya selesai 6 Desember, ditambah lagi sampai 26 Desember 2018,” ucapnya.

Terpisah, PPK Proyek RTH (Taman Karampuang-red) dari Dinas PUPR Kabupaten Sinjai, Andi Asrul yang dikonfirmasi Media ini di ruangan kerjanya, Senin (10/12/18) seputar pekerjaan proyek, membenarkan hal tersebut.

“Pembangunan Taman Karampuang itu memang benar telah habis masa kontrak kerjanya sejak 6 Desember 2018, tapi kami kenakan Adendum sesuai aturan PP 16 tahun 2018. Bisa saja diberikan perpanjangan masa kerja, karena adanya bangunan Miniatur Rumah Adat Karampuang yang telah dikerjakan pihak Kontraktor tapi tidak sesuai RAB. Ya harus dikerjakan ulang,” jelas Andi Asrul.

“Jadi bukan akal-akalan pak, karena itu sudah sesuai aturan. Kecuali nanti setelah tanggal 26 Desember 2018, pekerjaan proyek itu belum juga diselesaikan oleh pihak Kontraktor, maka kami akan kenakan denda,” tambahnya.

PPK Pembangunan Land Mark Sinjai Kota dari Dinas PUPR Sinjai, Andi Asrul. (foto : Ashari/paparazzi)

Sementara pihak Kontraktor yang dikonfirmasi via telepon menuturkan bahwa akan menyelesaikan segera pekerjaan proyek tersebut sebelum tanggal 26 Desember 2018.

Pantauan Media ini di Taman Karampuang, sejak masa kerja proyek selesai pada 6 Desember 2018, belum ada tanda kesibukan pekerja hingga Rabu (12/12/18).

(Elang/Ash)

Facebook Comments