oleh

Pembangunan RTH Di Sinjai Menuai Tanggapan, Plt. Camat Utara : “Pemeliharaannya Diserahkan Ke Lurah”

-Daerah, News-2.300 views

SINJAI, paparazziindo.com. Proyek pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang menelan anggaran 1,7 Milyar lebih di jalan Bhayangkara Sinjai, menuai tanggapan masyarakat. Pembangunan RTH tersebut dianggap mubazir di anggarkan tanpa dibarengi pemeliharaan dan perawatan dikemudian hari.

Taman Tugu Lapangan Nasional (Lapnas) Sinjai tanpa sarana/fasilitas duduk. (foto : Elang/paparazzi)

“Sungguh sangat disayangkan jika RTH tersebut bernasib sama dengan Taman Tugu Lapnas, Taman Patung Kuda Mangottong dan Taman Tugu Topekkong yang terkesan terbengkalai karena tak terawat dengan baik,” ungkap Zainul, aktivis Pemerhati Lingkungan dan Keindahan Kota ditemui media ini di Cafe Carita saat berkunjung di Sinjai beberapa waktu lalu.

Taman Patung Kuda Mangottong Sinjai. Tampak pagar besinya rusak dan terkesan tak terawat. (foto : Ashari/paparazzi)

Zainul mengurai, di Taman Tugu Lapnas sendiri, mulai fasilitas tempat duduk tidak memadai yang membuat warga harus duduk dipinggiran tembok, hingga penerangan lampu yang gelap gulita pada malam hari.

Lain lagi dengan Taman Patung Kuda Mangottong, sambung Zainul. Selain pagar besinya rusak terbengkalai, dinding tembok bangunannyapun penuh dengan coretan. Tak jauh beda dengan Taman Tugu Topekkong.

Taman Tugu Topekkong Sinjai. (foto : Ashari/paparazzi)

“Padahal kalau ke 3 RTH tersebut di anggarkan untuk di perindah, saya rasa itu sudah lebih dari cukup. Apalagi dikelola dan dipelihara/dirawat oleh 1 dinas saja, pasti akan awet dan menjadi suatu obyek wisata selfi ketika kita datang berkunjung ke Sinjai,” urainya.

“Kenapa mesti menambah lagi RTH yang pemeliharaan dan perawatannya nanti bisa-bisa terbengkalai lagi,” tutupnya.

Sementara Plt. Camat Sinjai Utara, Andi Jefriyanto Asapa, ketika dikonfirmasi seputar RTH di Kantor Camat Sinjai Utara, Jumat (19/10/18) mengatakan, keberadaan RTH yang sementara dibangun tersebut sebagai taman kota.

“Tak ada bangunan berdiri didalam, apalagi untuk jualan di lokasi RTH. Dimaksudkan agar masyarakat bisa menikmati suasana taman. Berbeda dengan Lapnas, yang akan dijadikan sebagai wisata keluarga ditahun 2019. Lapnas dibuatkan sarana bermain untuk anak-anak ramah lingkungan dan dihiasi lampu taman. Itu sudah disetujui Bupati,” jelasnya.

Ketika ditanya terkait siapa yang merawat atau mengelola RTH baru tersebut setelah rampung nantinya. Andi Jefriyanto yang juga sebagai Kepala Kesbangpol Sinjai ini menuturkan, terkait pemeliharaan dan anggarannya nanti akan diserahkan di Kelurahan setempat, tidak lagi dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup, termasuk kebersihannya.

“Dimaksudkan agar Lurah setempat bisa bertanggung jawab penuh mengenai kebersihan dan pemeliharaan taman. Begitu juga dengan taman lainnya yang ada di wilayahnya,” tutupnya.

Hasil pantauan Media ini, Kamis (25/10/18) di Taman Patung Kuda Mangottong tampak sejumlah pagar besinya telah hilang satu persatu, begitu pula dengan dinding tembok yang berada di dalam taman, penuh dengan coretan. Lampu yang tidak berfungsi dan rawan digunakan untuk hal-hal yang tidak wajar dibalik bangunan.

(Elang/Ash)

Facebook Comments