oleh

Pekerja Galian Pipa JDU PDAM Sinjai Mengaku Diupah Rp, 24 Ribu Per – Meter

-Daerah-1.020 views

PAPARAZZIINDO.COM. SINJAI – Proyek pekerjaan galian dan pemasangan pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU) PDAM yang dikerjakan di dalam Kota Sinjai, sejak berapa hari ini pada sejumlah ruas jalan, menjadi perhatian dan keluhan sebagian masyarakat pengguna jalan.

Mulai dari kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, hingga upah buruh pekerja galian pipa, apakah upahnya sudah sesuai UMP yang mereka terima dengan bobot pekerjaan yang mereka lakukan.

Beragam respon dikatakan oleh warga pengguna jalan. Seperti halnya salah seorang pengguna jalan, Arif yang sempat ditemui Paparazziindo.com di Jalan Jalur dua Jenderal Sudirman Kecamatan Sinjai Utara, mengatakan,”Jalan sudah bagus dirusak dengan galian, apakah setelah dikerjakan, jalan ini kembali baik seperti semula ?,” Ucapnya.

Sedangkan salah seorang Sopir truk yang melintas di Jalan Halim Perdanakusuma dengan membawa muatan timbunan tanah, sempat kesal dengan bekas galian proyek pipa PDAM, dia mengatakan,”Ban mobil trukku terperosok di bekas galian pipa PDAM di Jalan Halim Perdanakusuma sewaktu melewati bekas galian, depan Lappa Mas 1, akibat bekas galian pipa yang timbunannya belum padat ditimbun oleh pekerja Proyek,”Kesalnya.

(Ban mobil truk muatan timbunan terperosok di bekas galian Proyek pipa JDU PDAM, di Jalan Halim Perdanakusuma, Sinjai pekan lalu. Foto : Paparazziindo.com)

Lain lagi dengan Muhlis, salah seorang warga Sinjai, mengatakan, “Pekerjaan galian Pipa PDAM ini untuk kepentingan kita semua nantinya dalam hal pendistribusian Air bersih PDAM dari Balantieng, tidak mengapa jalan di rusak dulu tapi nanti akan diperbaiki kembali,”Ucapnya.

Sementara ada juga salah seorang warga, merasa prihatin melihat pekerja buruh galian yang kerjanya menggali bibir jalan secara manual untuk pemasangan pipa PDAM.

(Salah seorang buruh pekerja galian pipa JDU PDAM, saat menggali tanah di jln. Jenderal Sudirman Kota Sinjai, Kamis kemarin. Foto : paparazziindo.com)

Dia berharap,”Semoga pekerja buruh kasar harian ini diupah sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP), berdasarkan Keputusan Menteri tenaga kerja Nomor KEP-150/MEN/1999 tentang penyelenggaraan Program jaminan sosial tenaga kerja bagi tenaga kerja harian lepas, borongan dan perjanjian kerja waktu tertentu,”Tuturnya, saat bincang-bincang di Jalan Sudirman.

“Ya kita berharap semoga saja pihak kontraktor yang mengerjakan proyek galian pipa PDAM ini, memberikan upah yang layak kepada pekerja galian.

Lihat saja pak, kasihan mereka itu menggali ruas jalan yang rawan dengan bentangan jaringan kabel listrik dibawah jalan,”Sambungnya, yang minta tidak ditulis jati dirinya.

Sekaitan hal tersebut, salah seorang pekerja yang mengaku asal Jeneponto, saat ditemui Paparaziindo.com di Jalan Jenderal Sudirman tepat didepan Kantor Kodim 1424 Sinjai, Kecamatan Sinjai Utara, mengaku, dirinya diupah Rp, 24 Ribu permeter untuk menggali dan menimbun kembali Pipa JDU PDAM. Kamis (11/3/2021).

“Saya di upah Rp, 24 Ribu permeter pak untuk menggali dengan kedalaman 1 meter dan menimbun kembali galian pipa PDAM ini setelah dipasang oleh pekerja dari Jawa, yang khusus bekerja untuk penyambungan Pipa,”Ucapnya polos dengan dialek bahasa daerah Jeneponto.

Saat ditanya, dari upah Rp, 24 Ribu, apakah sudah ditanggung makan selama bekerja ?

“Makan kita tanggung sendiri pak, Jawabnya, sambil berusaha menggali tanah yang di padati batu gunung di jalan jenderal Sudirman, Kabupaten Sinjai.

“Anjo kumallakkan pak punna akkeke ka na natabai linggis kabel listrika, mateki nataba strom”

(Yang saya takutkan pak saat menggali jalan ini, kabel listrik pak. Bahaya kalau kena linggis kita bisa mati kena aliran listrik-red),”Sambungnya.

Hingga berita ini tayang, pihak Kontraktor  yang ingin ditemui sedang tidak berada di lokasi pekerjaan, begitu juga pihak pengawas proyek galian pipa JDU PDAM.

(Elang)

Facebook Comments