oleh

Parah, Mobil Ambulance Bantuan Kemenkes RI di Sinjai Sudah Tidak Terawat

PAPARAZZIINDO.COM. SINJAI – Mobil Ambulance bantuan dari Departemen Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI), yang kabarnya diserahkan ke Dinas Kesehatan Sinjai beberapa waktu lalu.

Kini sudah tidak digunakan lagi sebagai kendaraan operasional Ambulance sesuai peruntukannya, akibat kondisinya sekarang dalam keadaan rusak dan sudah tidak terawat lagi.

Seperti pantauan di lapangan, Mobil Ambulance bantuan Kemenkes RI tersebut, kini diparkir di Jalan Abubakar, Kecamatan Sinjai Utara, tepat depan rumah Dinas Kesehatan yang konon dulu ditinggali oleh salah seorang dr gigi di Sinjai.

Mobil Ambulance tersebut kondisinya kini tampak rusak parah, seperti terlihat dalam gambar saat diabadikan Paparazziindo.com, Rabu (10/3/2021).

Ban bagian depan sebelah kiri dan kanannya sudah tidak ada entah kemana, sementara bodynya terkelupas tak lagi nampak seperti layaknya Mobil Ambulance.

Pada sisi kiri pintu Mobil Ambulance, terdapat logo Departemen Kesehatan (Bakti Husada) dan dibawanya tertulis Pusat penanggulangan krisis, terlihat pula tulisan pada Bodynya yang rusak Departemen Kesehatan RI.

Selain Mobil Ambulance bantuan Kemenkes, tampak ada juga dua unit mobil warna putih yang sudah rusak terparkir di halaman rumah Dinas Kesehatan Sinjai.

(Plat Mobil Ambulance bantuan Kemenkes RI yang kiini tidak terawat lagi. Foto : Paparazziindo.com)

Menurut salah seorang warga Jalan Abubakar, Cecep Maman yang ditemui dikediamannya,
saat ditanyakan soal keberadaan Mobil Ambulance tersebut, mengatakan,”Mobil Ambulance bantuan dari Kemenkes RI itu sudah lama dibiarkan begitu di Jalan, tidak terawat lagi

Menurutnya, “Mobil itu kurang lebih sekitar enam bulanan berada di situ depan rumah Dinas Kesehatan Sinjai, rumah itu dulunya ditempati oleh dr. Evi (dr. Gigi) di Sinjai.

Kondisinya sekarang Mobil Ambulance itu sudah rusak parah, bannya sudah hilang semua pada bagian depan, seperti yang kita lihat tadi pak,”Ungkapnya.

“Sayang sekali Mobil bantuan dari Kemenkes dibiarkan begitu saja, kenapa tidak di lelang saja, daripada dibiarkan rusak begitu,”Sambung Cecep saat bincang-bincang.

Sementara Kepala Bidang Aset Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD Sinjai, A.Adnan yang dihubungi terpisah Via WhatsApp, terkait Mobil Ambulance bantuan Kemenkes ber Nopol Plat merah B 7384 QK dengan masa berlaku platnya sudah Jatuh tempo sejak bulan 11 Tahun 2022, mengatakan,”Mobil Ambulance itu belum tercatat pak sebagai Aset Pemda karena berita acara penyerahan hibahnya dari Kemenkes belum ada ke Pemda.

Sehingga pihak OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait tidak boleh menganggarkan pemeliharaannya.
Karena belum tercatat sebagai Aset Pemda,”Jelasnya.

“Kalau mau lebih jelas lagi pak, coba kita tanyakan ke bagian pengurus barangnya pak Arsal di Dinas Kesehatan Sinjai, dia pasti lebih tau karena Mobil Ambulance bantuan Kemenkes itu diperuntukkan ke Dinas Kesehatan,” Sambungnya .

Arsal, ketika dihubungi via telepon WhatsApp, menyampaikan,” Mobil Ambulance itu pak, sudah lama rusak dan kita tidak bisa menganggarkan untuk pemeliharaan kendaraan, karena sesuai petunjuk BPKAD bidang Aset daerah, Mobil Ambulance itu tidak tercatat sebagai Aset Pemda,”Jawabnya.

” Mobil Ambulance itu memang diperuntukkan ke Dinas Kesehatan tapi pemanfaatannya dulu digunakan oleh RSUD Sinjai. Kalau tidak salah pak Mobil Ambulance bantuan Kemenkes itu diberikan sekitar Tahun 2007 lalu, karena saya juga baru pak sebagai pengurus barang.

Silahkan kita hubungi Pak Daud karena dia dulu yang manfaatkan kendaraan itu,” bebernya.

Daud (Kepala Bagian Umum) RSUD Sinjai, saat dihubungi mengaku,”Kendaraan itu pak sampai sekarang belum ada berita acara Hibahnya dari Kementerian Kesehatan ke Pemda pak, sehingga mobil tersebut belum tercatat sebagai Aset Pemda.

Tapi kalau Penyerahannya jelas, waktu itu memang diserahkan dan diperuntukkan untuk Dinas Kesehatan pak.

Mobil itu sudah lama memang rusak sejak Tahun 2020 lalu, bannya bagian depan ada yang curi pak,”Katanya.

Hingga berita ini tayang, Direktur RSUD Sinjai, dr Kahar yang di kirimi Via pesan WhatsApp terkait hal ini, belum memberikan jawaban.

(Elang)

Facebook Comments