oleh

Miris, Upah Honorer Di Sinjai 220 Ribu Sebulan

-News, Pemerintahan-6.229 views

SINJAI, paparazziindo.com. Terbatasnya lapangan kerja saat ini yang disiapkan oleh Pemerintah, sementara tuntutan hidup setiap hari semakin tinggi, apalagi bagi yang telah berumah tangga dan mempunyai anak, sungguh sangat sulit memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Hingga tidak sedikit dari pasangan berusia muda atau yang belum berkeluarga lebih memilih menjadi tenaga Honorer disalah satu instansi Pemerintah, meskipun mereka sadar dan tahu bahwa upah tenaga Honorer setiap bulannya sangat kecil, miris, dan jauh dari harapan.

Namun dibanding tidak ada yang diharap dan menganggur, pilihan menyandang sebagai tenaga Honorer itu yang terbaik.

Seperti halnya yang dikisahkan oleh salah satu tenaga Honorer, Ahmad disalah satu instansi OPD di Sinjai. Kepada Media ini di Warkop Carita Sinjai, Sabtu (15/12/18), dirinya mengaku menjadi tenaga Honorer sudah 6 tahun lebih, dengan upah 220 ribu/bulan.

“Kalau saya ini pak sudah mengabdi sekitar 6 tahun lebih menjadi tenaga Honorer disalah satu OPD, tidak usahlah disebutkan Kantor mana pak, cukup kita tahu saja kalau sebenarnya kami inilah yang banyak bekerja di Kantor dibanding PNS. Pekerjaannya yang tadinya menumpuk, kamilah yang selesaikan,” tuturnya.

“Terkadang kami merasa jenuh dengan pekerjaan mereka yang kami ambil alih untuk menyelesaikannya. Apalagi pada bulan Desember ini, kerjaan numpuk pak di Kantor. Kadang kami harus lembur, dan jujur ada rasa cemburu saat melihat PNS menerima gaji yang menurut ukuran kami sangat besar, tapi kerja dari sebagian oknum PNS itu santai-santai saja di Kantor. Datang absen terus keluar lagi, kalaupun oknum PNS itu berada di ruangan kerjanya hanya cerita sesama temannya dan lainnya lagi sibuk main Handphone,” tambahnya sambil mengusap dada.

Ketika ditanya, apakah saat tanggal baru ada Pegawai atau Kepala OPD yang berikan tip atau pembeli pulsa dari gajinya yang disisihkan kepadanya ?.

“Wah…. boro-boro pembeli pulsa pak, pembeli kopi juga tidak, tapi itukan urusan pribadi mereka pak, apakah mereka merasa iba kepada kami sebagai Honorer yang upahnya miris. Namun hal itu kami syukuri pak, meski kita semua tahu untuk belanja harian saja mana cukup, tetapi kami ikhlas bekerja pak demi keluarga,” tutup Ahmad tersenyum.

Terpisah, tenaga Honorer Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Sinjai, Afni (samaran) yang ditemui beberapa waktu lalu berkisah berbeda, “Alhamdulillah pak kalau kami disini (Kantor Perpus-red) terima gaji 220 ribu/bulan, dan ada tambahan lain, baik itu uang makan maupun tip yang diberikan oleh Kadis. Meski sedikit, tapi itu sangat berarti buat kami pak,” jawabnya.

Sementara Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sinjai, La Baba Faisal yang ditemui Media ini di ruangan kerja sementaranya di Kantor Dewan Pendidikan, Kamis (13/12/18) mengatakan bahwa tenaga Honorer di Kantor yang dipimpinnya berjumlah 40 orang dan memperoleh honor perbulannya sebesar 220 ribu.

“Tenaga Honorer ada 40 orang, itu terbagi-bagi. Ya gajinya setiap bulan sama dengan instansi OPD lainnya, yakni 220 ribu. Kami tidak bisa memberikan lebih karena sudah sesuai aturan, tapi kami usahakan dalam setiap hari itu harus ada teh/air panas di Kantor. Tidak apa pakai uang pribadi pak, asal tenaga Honorer yang membantu kami bekerja merasa diperhatikan,” katanya.

(Elang/Ash)

Facebook Comments