oleh

Kualitas Caleg 2019 Memprihatinkan, Kopel : Idiologi Partai Tak Berlaku Lagi

Makassar, paparazziindo.com. Sampai dengan hari terakhir perbaikan berkas Caleg Provinsi Sulsel, KPU bakal mencoret 885 Bacaleg dari 16 partai politik. Dari 1.235 Bacaleg, lebih dari 1/2 atau 72% Bacaleg yang administrasinya belum atau tidak memenuhi syarat (BMS/TMS).

“Lumayan banyak. Ini menunjukkan bahwa kesiapan parpol untuk bertarung di Pemilu 2019 tidak power full,” tutur Muh. Akil dari Devisi Riset Kopel Indonesia, rabu (1/8/18).

Selain kesiapan, lanjut Akil, parpol ditengarai tidak mempersiapkan kader-kader yang mumpuni untuk duduk dikursi yang terhormat sebagai wakil rakyat. Proses pengkaderan di parpol untuk mempersiapkan diri memperjuangkan aspirasi masyarakat jadi memprihatinkan.

“Memprihatinkan. Penyebab ini berawal dari mekanisme rekruitmen, ada parpol yang rekruitmen Calegnya asal rekrut saja, ada orang yg tidak pernah berkiprah di partai tiba-tiba jadi Caleg, ada kader partai yang dapat diandalkan, tapi tidak diajukan oleh partainya hanya karena sentimen elit partai dan banyak penyebab lainnya,” ungkap Akil

“Belum lagi Caleg yang kutu loncat dari partai satu ke partai lainnya. Partai tak lebih dari bis kota, siapa saja bisa tumpangi yang penting ada ongkos sesuai trayek yang ada. Di sini tak lagi berlaku idiologi partai. Dapat dibayangkan, kedepan anggota DPRD yang akan duduk hasil Pemilu 2019 kualitasnya seperti apa,” tambahnya.

Mengingat kondisi ini, pasca penetapan DCS, Kopel Indonesia akan melakukan tracking Caleg untuk diketahui publik, soal track rekor Caleg yang disodorkan parpol
“Setidaknya publik dapat mengetahui gambaran, siapa yang akan menjadi wakil mereka di DPRD”, tutup Akil yang juga akademisi (dosen) pada UIN Alauddin Makassar. (*Ocha)

Editor/Ashari

Facebook Comments