oleh

KPK Mengukir Sejarah, Tetapkan Gubernur Sulsel Sebagai Tersangka, Kemendagri Tunjuk Wagub PLT Gubernur

PAPARAZZIINDO.COM. JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai tersangka terkait dengan penanganan perkara dugaan berupa penerimaan hadiah atau janji dan gratifikasi oleh penyelenggara negara atau para pihak yang mewakilinya, terkait dengan pengadaan barang jasa, perijinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2020-2021, Minggu (28/2/2021), di gedung KPK Jakarta.

Penetapan tersangka dugaan gratifikasi tersebut oleh Ketua KPK, Firli Bahuri terhadap Gubernur Prof. Nurdin Abdullah, yang juga sebagai orang nomor satu di Wilayah Indonesia Timur, telah mengukir sejarah prestasi Pemberantasan Korupsi di Tanah air Indonesia, khususnya di Sulsel.

Pasalnya dari sejumlah mantan pejabat Kepala Daerah yang pernah menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Selatan, baru kali ini oknum Pejabat Gubernur Sulsel terseret kasus dugaan gratifikasi.

KPK tetapkan tiga tersangka kasus dugaan gratifikasi di Sulsel, NA. ER dan AS. Foto : (repro)

Seperti diberitakan sebelumnya dan diketahui bersama dalam kegiatanĀ  Tangkap Tangan (TT) yang dilakukan KPK di Sulsel, pada Jumat (26/2/2021). KPK mengamankan enam orang, yakni, AS (64), NU (36), SB (48), ER, IR dan NA.

Dalam kegiatan TT Tersebut, PLT juru bicara (Jubir) KPK, Ali Fikri kepada awak media menjelaskan, ada beberapa pihak yang diamankan dalam kegiatan tangkap tangan KPK dan sekarang dalam proses penyelidikan dan ketika kita sudah mengamankan beberapa pihak, KPK diberi waktu 1 x 24 jam untuk menentukan sikap, jadi perkembangan selanjutnya akan kami kabarkan,”Ucapnya.

Kegiatan tangkap tangan tersebut sempat dibantah oleh Jubir Nurdin Abdullah, Monica Moniaga dalam keterangannya, Mengatakan,”Bapak Gubernur tidak melalui proses tangkap tangan, melainkan dijemput baik – baik di rumah Jabatan Gubernur, pada dini hari. Saat beliau sedang beristirahat bersama keluarga,”Ungkapnya Sabtu (27/2/2021).

Namun setelah melalui pengumpulan barang bukti dan pemerikasaan oleh KPK dari beberapa pihak yang telah diamankan oleh KPK di Sulsel dalam kegiatan tangkap tangan, termasuk Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, KPK secara resmi menetapkan Gubenur Sulsel sebagai tersangka bersama ER dan AS di gedung KPK.

Berikut keterangan Pers dari Ketua KPK, Firli Bahuri didepan awak media di gedung KPK Jakarta, Minggu (28/2/2021).

Ketua KPK, Firli Bahuri, Saat Confrensi Pers di Jakarta, Terkait Kasus Dugaan Gratifikasi yang melibatkan Nurdin Abdullah, Minggu (28/2/2021). Foto : (repro)

“Kendati dalam kegiatan tangkap tangan tersebut yang dilakukan di Sulsel Jum’at, (26/2/2021) KPK mengamankan enam orang, namun hanya tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, ER dan As.

“NA diamankan oleh KPK pukul 02.20 WITA, di rumah jabatan Dinas Gubernur Sulawesi Selatan,”Ucap Firli.

“Dalam perkara ini, Nurdin Abdullah dan Edy Rahmat disangka melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 dan pasal 12B Undang – undang nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak pidayna Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara Agung Sucipto disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang – undang nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.” Ungkap Ketua KPK, Firli seperti dikutip dari tayangan live KPK di YouTube.

Ketua KPK, Firli juga menyampaikan,”NA ditahan di Rutan Cabang KPK, Cabang Pomdam Jaya Guntur selama 20 hari, terhitung sejak tanggal 27 Februari 2021 hingga 18 Maret 2021,”Katanya.

“Sedangkan ER Sekretaris Dinas PUPR Sulsel ditahan di Rutan Cabang KPK pada Kavling C1, sedangkan AS, Pemilik PT. Agung Perdana Bulukumba ditahanĀ  di Rutan Cabang KPK pada gedung Merah Putih,”Ungkapnya dihadapan Awak media.

Diakhir Confrensi Pers tersebut, Ketua KPK menegaskan,” KPK tidak akan kehabisan energi untuk mengingatkan kepada seluruh Kepala Daerah, bahwa Jabatannya adalah amanah rakyat,”Tuturnya.

Sementara itu ditempat terpisah Kemendagri tunjuk Wagub Sulsel, Andi Sulaiman sebagai Plt Gubernur.

Pasca ditetapkannya Nurdin Abdullah sebagai tersangka oleh KPK, dan saat ini tengah ditahan di Rumah Tahanan KPK, Atas kasus dugaan gratifikasi pada proyek infrastruktur jalan di Sulsel.

Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (OTDA) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Akmal Malik, kepada awak Media mengatakan,”Hari ini kita langsung menugaskan Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sulaiman sebagai Pelaksana tugas (PLT) Gubernur.

“Kita merujuk pada ketentuan Pasal 65 UU 23 Tahun 2014, sampai ada putusan resmi dari Pengadilan, terkait kasus yang melibatkan Nurdin Abdullah dan saat ini tidak bisa melaksanakan tugas, karena sementara ditahan,”Ungkap Akmal kepada Awak Media, di Jakarta Minggu (28/2/2021).

(*/Red)

Facebook Comments