oleh

Korban Penikaman Diduga Akibat BLT-DD di Sinjai Bukan Anggota BPD, A. Iwan : Kroscek Dulu

-Daerah, News-1.504 views

Ketua Asosiasi BPD Kabupaten Sinjai, Andi Ihwan Usman. (istw)

SINJAI, Paparazziindo.com — Merebaknya informasi terkait meninggalnya salah seorang Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kecamatan Sinjai Borong, yang diduga ditikam karena pembagian BLT-DD sebagaimana terlansir di media online, Asosiasi BPD Kabupaten Sinjai naik tensi alias geram.

Ketua Asosiasi BPD Kabupaten Sinjai, Andi Ihwan Usman mengutuk keras dan bahkan akan melakukan somasi terhadap cara-cara sejumlah media online yang tidak obyektif, profesional dan tidak menjadikan kode etik pers dalam melaksanakan fungsinya selaku pewarta.

“Ini sangat berbahaya, apalagi cenderung menjustifikasi sebuah obyek peristiwa yang muaranya dapat merusak dan bahkan mencoreng nama baik institusi BPD yang terhormat. Harusnya mereka kroscek dulu sebelum memuat berita, karena korban penikaman bukanlah Anggota BPD” tegasnya.

“Olehnya itu, Insya Allah jika tidak ada aral melintang, dalam waktu dekat ini kami akan melakukan rapat bersama seluruh pengurus BPD se-Kabupaten Sinjai, guna menyikapi permasalahan ini,” sambungnya.

Senada dengan itu, kepada Paparazziindo.com, Wakil Ketua Asosiasi BPD Muh. Ridwan yang juga Ketua BPD Saukang sudah menyiapkan langkah-langkah prefentif dan tegas terkait dengan cara-cara sejumlah oknum Wartawan dalam menyajikan informasi kepada publik yang justru sangat jauh dari tatanan, etika dan kode etik yang sesungguhnya dari payung hukum melaksanakan tugas.

“Saya berharap, agar kepada siapa saja khususnya rekan-rekan Wartawan untuk sesegera mungkin meluruskan informasi ini kepada publik dengan cara menyajikan informasi melalui konfirmasi kepada sumber dan beberapa pemangku informasi lainnya,” ucapnya, Senin (25/5/2020).

“Supaya tidak ada lagi tudingan miring kepada BPD terkait data dan fakta informasi itu, khususnya rekan Wartawan yang telah merelease tentang Anggota BPD yang ditikam karena pembagian BLT-DD,” tutupnya. (Ash)

Facebook Comments