oleh

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Terbitkan Surat Telegram Untuk Seluruh Kapolda

PAPARAZZIINDO.COM. JAKARTA – Kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan oknum Kapolsek Astanaanyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi membuat nama institusi Polri tercoreng.

Bagaimana tidak, pemberantasan narkoba menjadi salah satu program utama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Namun, belum genap satu bulan menjabat Kapolri, tiba – tiba publik digemparkan dengan penangkapan oknum Kompol Yuni beserta 11 anggotanya yang diduga sedang mengonsumsi narkoba di salah satu hotel di daerah Bandung.

Kasus tersebut sontak membuat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berang. Untuk mencegah terjadinya kasus serupa, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo langsung menerbitkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/331/II/HUK.7.1./2021 tanggal 19 Februari 2021.

Dalam Surat Telegram tersebut, Kapolri memerintahkan seluruh Kapolda melakukan tes urine kepada seluruh anggotanya.

“Betul, untuk mencegah kasus serupa kembali terjadi, Bapak Kapolri mengeluarkan telegram untuk seluruh Kapolda,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono dalam keterangan Persnya, di Jakarta, Jum’at, (19/2/2021).

Dalam surat telegram tersebut, Kapolri juga memerintahkan para Kapolda melakukan deteksi dini penyalahgunaan narkoba dengan melakukan penyelidikan dan pemetaan anggota yang terindikasi terlibat narkoba.

Kemudian memperkuat aspek pengawasan internal dan pembinaan yang dilakukan oleh atasan langsung maupun rekan kerja dalam upaya pencegahan dini penyalahgunaan narkoba.

Selanjutnya memberikan reward kepada anggota yang berhasil mengungkap jaringan narkoba yang melibatkan anggota, PNS Polri. Kapolri juga memerintahkan pemberian punishment (hukuman) terhadap anggota yang menyimpan, terlibat, mengedarkan dan mengonsumsi narkoba. (Div Humas Polri)

Editor : Elang

Facebook Comments