oleh

Jadi Pembicara Di Bawaslu RI, A. Mariattang Tegaskan Pentingnya Memerangi Money Politic

-Nasional, News-1.723 views

JAKARTA, paparazziindo.com. Diskusi seputar perlunya menolak money politic (politik uang) menjadi topik utama dalam diskusi media yang digelar di Kantor Bawaslu RI, senin (8/10/18).

Anggota DPR RI Komisi II, Andi Mariattang yang hadir sebagai pembicara dengan tegas menyebut “money politic” merusak sistem demokrasi, hal tersebut dia rasakan secara langsung berdasarkan pengalamannya selama 4 kali menjadi kontestan Pemilu

“Saya sudah 4 kali berkontestasi dalam Pemilu, sistem proporsional terbuka dan tertutup sudah saya lewati. Pemilu melahirkan kapitalisasi, money politic menjadi kegelisahan bersama karena merusak sistem demokrasi” jelas Andi Mariattang di sela pemaparan materinya.

Pihaknya sangat menyayangkan bila hak politik masyarakat tergadai hanya karena politik uang.

“Hak politik sangat penting bagi warga negara, saya pernah mengalami masa kecil dimana orang terpaksa berkumpul di rumah saya hanya karena menghindari tekanan untuk memilih satu partai politik saja. Ini membuktikan mereka berjuang untuk hak politiknya, sehingga sangat disayangkan bila kini hak politik direndahkan dengan serangan money politic,” sambungnya.

AM berharap, Pemilu kali ini mampu berjalan lebih bersih dibandingkan Pemilu sebelumnya,untuk mewujudkan hal itu maka perlu ada gerakan bersama memberantas politik uang, pihaknya juga membeberkan politik uang sangat merugikan politisi perempuan yang punya integritas.

“Pemilu kali ini harus ada perbedaan, perlu ada gerakan bersama membasmi politik uang, politik uang memiliki daya rusak yang tinggi, pelaku money politic sama saja dengan merendahkan martabat manusia,” tegas AM.

“Money politik juga merusak perempuan yang bertarung di politik, perempuan yang punya integritas terkadang terhempas hanya karena faktor modal. Seharusnya modal tidak menjadi penentu utama, kalau yang terpilih adalah pemilik modal, maka mereka hanya akan berjuang mengembalikan modal,” tambah AM yg juga memiliki latar belakang sebagai aktivis perempuan.

Secara eksplisit, AM yang kini maju kembali sebagai Caleg Dapil Sulsel II, mengaku telah menginisiasi gerakan anti politik uang, menurutnya para Caleg harus terdepan melawan politik uang, ia juga mengapresiasi kerja Bawaslu dalam melakukan pengawasan Pemilu.

“Money politic mengarah kepada korupsi. Dalam kunjungan ke daerah, saya sudah melakukan gerakan mengajak masyarakat untuk menolak politik uang, Caleg harusnya paling depan melakukan gerakan anti politik uang. Saya mengapresiasi kerja Bawaslu dalam menekan politik uang dan kita perlu dukung supaya pengawasan Bawaslu semakin kuat,” terangnya.

Penolakan terhadap politik uang juga disampaikan Ketua Bawaslu RI, Abhan. Ia menuturkan Bawaslu berupaya mengantisipasi potensi politik uang dalam Pemilu

“Bawaslu mengantisipasi pikiran Caleg yang mengandalkan politik uang, kami akan dorong gerakan anti politik uang, fase money politik ada 3, yakni money politik selama masa kampanye, selama masa tenang dan hari pemungutan suara,” ucapnya.

Sementara Ketua Kode Inisiatif, Veri Junaidi mengatakan, memandang pemberantasan politik uang, tidak boleh hanya dibebankan kepada Bawaslu.

“Masalah politik uang tidak bisa hanya dibebankan ke Bawaslu, selain dikawal Bawaslu dari sisi hukum, juga perlu kerja kolaboratif dari semua pihak,” harapnya.

Dari sisi berbeda, Sekjen Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia, Kaka Suminta menilai, politik uang merupakan bentuk ketidakpercayaan terhadap perlunya sistem Pemilu bersih.

“Politik uang adalah bagian dari ketidakpercayaan diri kita terhadap sistem Pemilu bersih yang akhirnya mengorbankan diri kita sendiri, harus mulai percaya diri untuk Pemilu yg bersih,” sebutnya.

(*Ash)

Facebook Comments