oleh

Ishak : Begini Penyebabnya Target PAD Retribusi Pasar di Sinjai Tidak Capai Target

PAPARAZZIINDO.COM. SINJAI – Pandemi Covid-19 yang kini genap berusia setahun sejak wabah Covid – 19 masuk ke Indonesia 28 Maret 2020 lalu dan kini belum juga usai sampai sekarang, di Tanah air Indonesia.

Menjadi salah satu penyebab sehingga roda perekonomian melemah dan sangat berdampak pula terhadap pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada sektor retribusi pasar yang dikelola oleh Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Pasar Sentral Sinjai, Kabupaten Sinjai, Sulawesi selatan.

Kepala (KA) UPTD Pasar Sentral Sinjai, Ishak, MS yang ditemui Paparazziindo.com – di ruang kerjanya, Jumat (5/3/2021), mengaku, akibat dari dampak pandemi Covid-19, target retribusi pasar di Sinjai pada Tahun 2020 lalu tidak bisa mencapai 100 persen dari target.

(Kepala UPTD Pasar Sentral Sinjai, Ishak, MS, Foto : Paparazziindo.com)

“Salah satu penyebab sehingga target retribusi pasar di Sinjai tidak mencapai target 100 persen pada Tahun 2020 lalu, diakibatkan karena Pandemi Covid-19 saat ini,”Ucapnya.

Selain Pandemi Covid-19, adanya pula surat edaran Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa, yang menomor satukan keselamatan nyawa manusia diatas segalanya dalam mencegah penyebaran virus Corona,”Sambung Ishak.

Dalam surat edaran Bupati tersebut, pada masa Pandemi Covid-19, Tahun 2020 lalu, antara lain menyebutkan untuk sementara waktu menghentikan penarikan retribusi yang berkaitan dengan retribusi pasar karena Pandemi Covid-19.

Selain itu pula dalam surat edaran, adanya juga perubahan jadwal menjual sehingga menyebabkan banyak pedagang yang tidak berjualan dengan adanya pengurangan jadwal pasar pada Tahun 2020 lalu.

Yang semula pedagang jualan mulai dari pagi hingga sore hari, tapi karena adanya surat edaran pembatasan pengurangan jam, sehingga para pedagang pada saat itu jualan dari pagi hari hingga jam 10 : 00 Wita pagi.

Saat ditanya berapa target PAD dari retribusi pasar di Sinjai pada Tahun 2020 lalu ?

Ishak yang dilantik Agustus 2020 lalu oleh Bupati Sinjai, Andi Seto sebagai Kepala UPTD Pasar Sinjai, menyampaikan,” Target Tahun 2020, sebesar Rp, 1,6 Miliar, namun hanya terealisasi Rp, 957 juta,”Jelasnya.

Sedangkan target PAD di Tahun 2021 ini sebesar Rp 2 Miliar dua puluh juta. Insyaallah kita optimis capai target.

Namun untuk diketahui pada Tahun ini ada rencana perubahan Perda.
Pertama Perda NO 11, tentang retribusi pelayanan pasar.

Kedua Perda No 14 Tahun 2012 tentang retribusi pasar grosir/ pertokoan,”Katanya.

Ishak juga mengaku, ada 26 pasar yang dibawahi UPTD Pasar Sinjai.

“Pasar yang kita kelola untuk penerimaan PAD dari retribusi pasar, sebanyak 26 Pasar yang ada di Sinjai, yakni,
Pasar di Kecamatan Sinjai selatan 5 pasar,
Kecamatan Tellulimpoe 3 pasar,
Kecamatan Sinjai Barat 3 pasar.

Sinjai Tengah 2 pasar, Bulupoddo 2 pasar, Sinjai Borong 5 pasar, dan di Siinjai Timur 2 pasar, sedangkan di Kecamatan Sinjai Utara antara lain TPI Lappa 1, Biringere dan pasar Sentral Atas dan sentral bawah,”Ucapnya.

Jumlah Kolektor 61 orang termasuk tenaga Administrasi.
Khusus pasar sentral atas pendapatan dari retribusi pelayanan pasar Rp. 800 ribu perhari.

Sementara pasar bawah penarikan retribusinya perbulan, setiap ruko sesuai surat ketetapan retribusi daerah berdasarkan Perda Nomor 14 Tahun 2012.
Rp. 25.000 per-bulan untuk ruko, Kios Rp, 20 per-bulannya.

Sedangkan jumlah kios dan ruko yang ada di pasar sentral bawah sebanyak 164 unit kios, 52 ruko
Dengan total pendapatan Rp 4.580.000 per-bulan dari retribusi pasar grosir.

Dari 26 Pasar di Sinjai yang terbesar memasukkan PAD retribusi, yakni pasar sentral atas, Pasar Kecamatan Sinjai selatan dan pasar di Kecamatan Tellulimpoe,”Tutup
Ishak yang juga mantan ASN di Disperindag Sinjai Tahun 2017 lalu, sebagai pengelola data.

(Elang)

Facebook Comments