oleh

Gunakan DAK Tiga Toilet Bangunan Baru di SMAN 5 Sinjai Tidak Berfungsi

-Daerah-319 Dilihat

PAPARAZZIINDO.COM – Rehab bangunan gedung ruang kelas belajar (RKB) sebanyak 12 RKB, dua unit rehab laboratorium, 1 unit bangunan laboratoruim baru, 1 UKS baru dan tiga unit Toilet bangunan baru di SMAN 5 Sinjai yang menggunakan anggaran bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai anggaran sekitar Rp 3 Miliar telah usai dikerjakan oleh pihak pelaksana proyek.

Toilet bangunan baru di SMAN 5 Sinjai tidak berfungsi. (Foto: Pz)

Diketahui pekerjaan tersebut dikerjakan pada tahun 2021 lalu dan telah selesai dikerjakan 2022. Namun sejak selesai dikerjakan ditambah dengan masa pemeliharaannya terhitung dari bulan Januari 2022 hingga bulan Juni 2022 (selama enam bulan), bangunan tersebut tidak dilakukan pemeliharaan oleh pihak pelaksana proyek.

Kamar mandi UKS baru tidak dipasangkan pintu. (Foto: Pz)

Sehingga pada pembangunan proyek tersebut yang menelan anggaran sekitar Rp 3 Miliar tersebut dikeluhkan pihak Kepala Sekolah SMAN 5 Sinjai, Aliyuddin.

Pasalnya tiga toilet bangunan baru sejak sudah dikerjakan sama sekali tidak bisa difungsikan hingga saat ini, selain airnya juga tidak ada, pintu WCnya juga telah rusak ditambah lagi dengan septic tank yang dibangun tidak ada pembuangan airnya.

Bak Septic Tank. (Foto: Pz)

Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah SMAN 5 Sinjai, Aliyuddin kepada Paparazziindo.com di ruang toiilet bangunan baru yang tidak berfungsi. Jumat (19/8/2022).

“Toilet ini tidak bisa kita gunakan, selain bak air bersih panampungan tidak berfungsi, pintu kamar mandinya juga rusak dan pembuangan air limbah pada bak septic tank yang dibangun tidak ada,”ucapnya.

“Selain itu pula bangunan UKS yang dibagun juga tidak dipasangkan pintu kamar mandi, jadi kami hanya menutupnya dengan kain hordeng dan bangunannya pun mulai retak-retak pada bagian depan di kusen jendela,”jelasnya.

“Sejak pekerjaan proyek ini selesai dikerjakan, dengan menggunakan anggaran DAK sekitar Rp3 Miliar, tidak ada juga penyerahan secara langsung kepada kami pihak sekolah. Seharusnya kan ada penyerahan setelah bangunan usai dikerjakan,”beber Aliyuddin.

“Disatu sisi kami mau berbuat untuk lakukan perbaikan dengan menggunakan dana bos, hal itu tidak bisa dilakukan karena bukan peruntukannya dan menyalahi aturan. Kita berharap agar pihak Dinas Pendidikan Provinsi menindak lanjuti hal ini,”tutupnya. (Pz)

Facebook Comments