oleh

Gas Elpiji 3 Kg Di Bikeru Kabupaten Sinjai Dijual 20 Ribu, Ini Sebabnya

-Daerah, News-2.672 views

SINJAI, paparazziindo.com. Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram bersubsidi di Kabupaten Sinjai masih dirasakan warga, ini diduga akibat adanya sejumlah Pangkalan nakal yang menjual tidak sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan.

Hasil penelusuran Media Online paparazziindo.com, ditemukan Pangkalan gas bernama H. Danial beralamat Bikeru Kecamatan Sinjai Selatan telah melakukan kecurangan dengan menjual gas elpiji 3 kg bersubsidi diatas HET, yakni 18.000 rupiah, sedangkan harga yang telah ditetapkan adalah 16.000 rupiah.

Hal ini terungkap setelah pemilik toko Lestari Bikeru Kecamatan Sinjai Selatan, Yusuf yang ditemui pada mini marketnya, senin (10/9/18). Yusuf menuturkan jika gas elpiji 3 kg sebanyak 17 buah miliknya dibelinya pada Pangkalan H. Danial dengan harga 18.000 rupiah.

Pemilik Toko Lestari, Yusuf saat mengangkut gas elpiji 3 kg bersubsidi dari pangkalan. (foto : Ashari/paparazzi)

“Saya ambil di Pangkalan yang tidak jauh dari sini dengan harga 18 ribu pak, jadi saya jualnya 20 ribu. Yang saya punya tidak banyak pak, hanya 17 buah saja, makanya cepat habis,” ujar Yusuf sambil menunjuk tabung miliknya yang berada didepan pintu toko.

Yusuf yang juga guru PNS di SMPN 1 Sinjai Selatan ini lanjut mengungkapkan bahwa pengambilan tabung dilakukannya dengan menjemput langsung di Pangkalan dengan menggunakan gerobak.

“Saya jemput langsung pak disana karena cepat habis, jika tidak cepat-cepat, maka bisa-bisa tidak kebagian,” terang Yusuf sambil berlalu melayani pembeli tokonya.

Sementara salah satu Agen gas Elpiji yang enggan disebutkan namanya menuturkan, jika ada Pangkalan melakukan penjualan diatas HET yang telah ditetapkan Pemerintah, maka itu adalah suatu pelanggaran.

“Di plang/spanduk Pangkalan kan sudah jelas-jelas terpampang HET-nya 16.000 rupiah, jika dia menjualnya 18.000 rupiah berarti pelanggaran berat itu, bisa itu dilaporkan di Disperindag Sinjai dan bagian ekonomi,” ungkapnya. (Elang Suganda)

Editor/Ashari

Facebook Comments