oleh

Duplikasi Manifes Impor, Dua PJT Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah

-Nasional, News-299 views

JAKARTA, Paparazziindo.com — Rapat evaluasi sistem dan prosedur Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 199/PMK.0102019 di Direktorat Teknis Kepabeanan, Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan pada 12 Februari 2020, menimbulkan dugaan adanya Duplikasi Manifes berkali-kali oleh dua Perusahaan Jasa Titip (PJT) besar.

“Asumsinya kerugian Negara dari pajak bisa mencapai minimal Rp. 1 Miliar per hari, kalau server bea cukai ditelisik lagi data riilnya bisa terungkap. Setiap hari, satu PJT bayar pajak bea masuk Rp. 300 Juta, ada puluhan PJT,” ungkap peserta rapat yang minta namanya dirahasiakan, dilangsir Media Indonesia, Kamis (27/2/2020).

Duplikasi Manifes yang dimaksudkan, ucapnya, data nama penerima dan jenis barangnya sama selama berhari-hari. Misalnya, pada 1 Februari 2020 ada 1.000 barang masuk ke server Bea Cukai, namanya A, ditujukan ke alamat CD. Pada 2 Februari 2020, terjadi manifes dengan data yang sama masuk ke server Bea Cukai.

“Dalam rapat tersebut pejabat kepabeanan marah-marah, dengan nada tinggi berujar, jangan sampai terulang lagi kasus ini,” ucapnya menirukan ucapan pejabat tersebut.

Mekanisme kerjanya, jelas dia, manifes dikirim oleh e-commerce ke pihaknya. Pihaknya memuat seperti yang diajukan oleh perusahaan e-commerce melalui email. Misalnya, ada manifes dan barangnya masuk dari Singapura pada 1 Februari. Perusahaan di Indonesia terima data dari Singapura dibuat di formulir excel disampaikan ke pihaknya lalu di email ke Bea Cukai. Barang yang dikirim berbeda-beda dari ribuan pembeli. Begitu formnya di email, respons bea cukai adalah barang tersebut di-x ray, kalau clear silakan diambil.

“Jadi tidak mungkin si A, B dan C misalnya, membeli barang yang sama dengan alamat yang sama selama berhari-hari. Saya menyampaikan karena praktik ini jelas merugikan Negara,” tandasnya.

Terkait masalah ini, Deni Surjantoro, Kasubdit Komplikasi (Komunikasi dan Publikasi) Kantor Pusat DJBC yang dihubungi mengatakan, akan mengecek informasi tersebut. “Saya akan mengecek lebih jauh informasi tersebut. Bagaimana duduk masalah sebenarnya,” ungkapnya. (**)

Facebook Comments