oleh

Dampak Smartphone di Era Pandemi Covid – 19, Anak Zaman Sekarang Kecanduan Game

PAPARAZZIINDO.COM. SINJAI – Smartphone atau telepon pintar saat ini menjadi hal yang lumrah untuk ditemui dalam kehidupan sehari hari ditengah era pandemi Covid-19 saat ini.

Bahkan anak-anak di usia sekolah Dasar (SD) atau Taman Kanak-Kanak pun sudah banyak yang memiliki telepon pintar.

Tidak bisa dihindari jika penggunaan smartphone terkadang begitu sangat dibutuhkan oleh para pelajar maupun Mahasiswa dan sejumlah pengguna telepon pintar.

Keberadaan smartphone (handphone) android sangat membantu tugas-tugas di sekolah untuk mengakses internet di smartphone, untuk memudahkan informasi yang mereka cari karena tidak ada di dalam buku pelajaran.

Namun, selain memberikan dampak positif, tidak sedikit pula dampak negatif dari penggunaan smartphone bagi pelajar pencari ilmu.

Sehingga hal inilah yang membuat pro – kontra ditengah masyarakat Sulawesi selatan pada khususnya.
Soal dampak Smartphone atau telepon pintar bagi anak murid mulai dari TK dan di kalangan pelajar saat ini.

Seperti kita ketahui bersama sejak pandemi Covid – 19, pemerintah mengambil kebijakan proses belajar mengajar tatap muka untuk sementara tidak dilakukan di seluruh Sekolah, demi keselamatan bersama dan mencegah penyebaran Virus Covid-19.

Menurut pendapat salah seorang ibu rumah tangga, Irma (38) warga Sinjai yang mengaku memiliki anak perempuan dua orang, yang paling tua duduk di bangku SD dan yang ke dua TK di salah satu sekolah di Kota Sinjai, saat bincang-bincang dengan Paparazziindo.com. pekan lalu di Sinjai, mangatakan,”Kita tidak bisa pungkiri jika komunikasi zaman sekarang ini sangat dipermudah dengan kehadiran Handphone (HP) (smartphone-red).

di mana saat ini dalam dunia pendidikan komunikasi antara guru – pelajar dan kita sebagai orang tua dapat berjalan lebih mudah dan dapat dilakukan secara kelompok melalui group proses belajar mengajar yang dilakukan melalui komunikasi Hp android. Itu dari sisi dampak positifnya.

Namun di era pandemi Covid-19 ini, kita tidak bisa pungkiri Hp bisa berdampak Negatif juga bagi anak kita, yang sudah kecanduan dengan hiburan aplikasi seperti Tiktok dan permainan Game melalui telepon pintarnya, seperti anakku mulai dari bangun tidur sampai kembali tidur Hpnya pertama yang mereka cari. Seakan ketakutan (Nomophobia-red) dan cemas jika Hpnya hilang kasihan,”Ungkapnya.

“Saya berharap semoga Pemerintah memberikan kebijakan secepatnya agar anak-anak kita kembali belajar tatap muka di Sekolahnya lagi masing-masing dan Covid-19 ini cepat berlalu,”Katanya.

(Salah satu anak murid TK di Sinjai ini sedang asyik main Tiktok  melalui Handphonenya. Foto : Paparazziindo.com)

Hal senada disampaikan pula oleh salah orang tua murid, Amir (42) warga Cakempong Sinjai, yang juga memiliki anak laki-laki dan saat ini sekolah di salah satu TK, menurutnya,”Dengan adanya Handphone bisa mempermudah proses belajar mengajar bagi anak kita melalui belajar daring dengan gurunya selama Covid ini,” Sebutnya.

Tapi selain itu dampak negatifnya bagi anak-anak zaman sekarang ini mereka sepertinya sudah kecanduan bermain Game di Hp, seperti anakku sudah pintar main Game di Hpnya.

Tapi yang kita khawatirkan dampak radiasinya Hp terhadap matanya anak-anak yang dipancarkan dari Hp pada usianya yang masih dini. Kita jadi serba salah juga, mau dilarang, sementara sudah jadi kebutuhannya sekarang belajar daring melalui Hp.

Saat ini setiap hari yang dia pakai main kalau sudah belajar daring, ya Hapenya saja yang dia maini sampai lowbhet,”Urainya.

Tapi ibunya sering kontrol Hapenya anakku pak, khawatir sembarang nanti dia buka di Youtube. Mudah-mudahan cepat kembali sekolah anak-anak, karena kalau habis datanya kita isikan lagi,”Ucap Amir saat bincang-bincang berapa waktu lalu di Sinjai.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan  (Kadisdik), Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, yang dihubungi terpisah melalui Telepon Whatsapp, oleh Paparazziindo.com, Minggu malam, (14/3/2021).

(Kepala Dinas Pendidikan Kab. Sinjai, A. Jefrianto Asapa. Foto:Ist)

Terkait Proses belajar mengajar tatap muka di Sekolah, Jefrianto mengatakan,”Sampai saat ini kita masih mengacu surat edaran baru dari Gubernur Sulawesi selatan, dan sebelumya sudah ada surat edaran dari Gubernur sajak bulan Januari hingga April 2021 belum ada belajar tatap muka disekolah,”Bebernya.

“Ya, kita berharap pada Tahun Ajaran baru di bulan Juni 2021, sudah ada surat edaran baru dari Gunermur sehingga kita sudah bisa melakukan proses belajar mengajar tatap muka di Sekolah, sesuai petunjuk bapak Bupati.

Dan hal itu juga setelah semua tenaga pengajar (pendidik) sudah menjalani dan menerima suntikan Vaksin, selain itu kita harus memperoleh rekomendasi dari Satgas Covid -19, Dinas Kesehatan.

“Meski pihak orang tua murid sudah menginginkan proses belajar mengajar dilakukan di Sekolah, tapi kita tidak bisa lakukan sebelum ada surat edaran dari Gubernur Sulawesi selatan,”Tutup mantan Camat Sinjai Utara ini yang akrab dengan semua kalangan.

(Elang)

Facebook Comments