oleh

Aneh !! Alat Tangkap Trawl Marak Di Sinjai, Ka Polairud : “Itu Wewenang Dinas Perikanan”

-Daerah, News-1.685 views

SINJAI, paparazziindo.com. Puluhan Nelayan Larea-Rea Sinjai, Sulawesi Selatan merasa resah dan keberatan atas maraknya penggunaan pukat harimau (jaring trawl) dari Nelayan pendatang, Minggu (16/12/18).

“Kami segenap masyarakat Larea-Rea sudah tidak tahan dengan ulah para Nelayan itu. Penangkapan ikan dengan pukat harimau sangat merusak dan dapat menyeret alat tangkap yang dipasang didasar laut hingga bibit-bibit ikanpun diambil. Itu dilarang sesuai hukum,” kesal M. Arif, Kepala Lingkungan Larea-Rea saat mendatangi Kantor Sat Polairud Sinjai bersama puluhan warganya untuk melaporkan kejadian, Sabtu (15/12/18).

Senada disampaikan Aco, salah satu Nelayan melalui via whatsApp menuturkan keanehan pada aparat di wilayah hukum Polres Sinjai.

“Wah ini aneh, sudah jelas pelanggaran hukum tapi kok tidak ditindaki oleh aparat kepolisian,” kesalnya.

Sementara Kasat Polairud Sinjai, AKP Armin Sukma yang ditemui puluhan warga menyampaikan aturan alat perikanan yang dilarang penggunaannya.

“Kami memberikan penjelasan kepada masyarakat perihal UU nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan, dimana jaring trawl adalah alat tangkap ikan yang dilarang. Namun hal-hal yang menyangkut alat tangkap merupakan wewenang Dinas Kelautan dan Perikanan,” terang Armin Sukma.

Terpisah, Ahmad Tang, Koordinator Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sinjai yang juga warga Larea-Rea mengaku tak akan tinggal diam dan akan mendesak pihak terkait untuk bertindak tegas terhadap pelaku.

“Hal ini tidak boleh dibiarkan karena jelas sudah melanggar UU nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan. Penggunaan pukat harimau mengancam ekosistem laut. Sebagai masyarakat Larea-Rea, akan menyampaikan aspirasi ini ke DPRD, Pemda dan Kapolres,” tegasnya.

(*Ash)

Facebook Comments