Soal Berita Bayi Ditarik Paksa, ini Penjelasan RSUD Sinjai

oleh -696 views

Sinjai, paparazziindo.com. Pihak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sinjai menggelar konfrensi pers atas kasus bayi nyonya YL di Ruang Pertemuan RSUD Sinjai, selasa (5/6/18).

dr. Fatma yang mewakili Manajemen RSUD Sinjai dalam keterangan persnya menyampaikan rasa empati yang sedalam-dalamnya serta permohonan maaf kepada pasien dan keluarga besar yang mengalami masalah ini, kejadian ini merupakan komplikasi yang sama-sama tidak diharapkan

“Awalnya pasien Ny. YL yang berusia 26 tahun masuk kebagian Ponek RSUD Sinjai pada tanggal 11 Mei 2018, tanpa rujukan dan mengeluhkan sakit perut tembus ke belakang. Sesuai SOP petugas yang menerima pasien kemudian melakukan tanya jawab serta pemeriksaan fisis, kemudian dari hasil pemeriksaan disampaikan ke dokter melalui via telpon dengan memberikan gambaran kondisi umum pasien,” ungkapnya.

“Dokter penanggung jawab kemudian memberikan instruksi untuk lakukan pemasangan infus, opservasi his dan kemajuan persalinan. Tak berselang lama ketuban pecah, spontan dari hasil pemeriksaan bidan, pasien sudah pembukaan lengkap, lalu pasien dipimpin untuk melakukan persalinan sesuai dengan SOP persalinan normal, namun dalam proses persalinannya terjadi kesulitan yang tidak bisa diprediksi berupa kondisi bahu janin tersangkut,” tambah Fatma.

Kasus ini merupakan persalinan dengan penyulit yang masih dalam kompetensi bidan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Tanggal 14 Mei 2018, bayi kemudian dirujuk ke RS Pelamonia Makassar sesuai dengan standar pelayanan di RSUD Sinjai. Jadi tidak benar bayi ditarik paksa,” terangnya.

Sementara itu, Tim Penanganan Sengketa dan Permasalahan Hukum Pemda Sinjai, Khair Halis Syurkati mengatakan bahwa tujuan konfrensi pers ini adalah untuk mencari solusi terbaik dari pihak pasien maupun dari pihak RSUD Sinjai, untuk menghindari terjadinya pemberitaan yang simpan siur.

“Kasus ini sudah dilaporkan di kepolisian oleh keluarga pasien dan ini adalah delik aduan, beberapa saksi juga sudah diperiksa oleh aparat kepolisian terkait kasus ini dan kami berusaha untuk memediasi keluarga pasien dengan pihak RSUD, perkembangan bayi juga sudah membaik, gips sudah dilepas,” jelas Khair.

Dalam keterangan pers tersebut, dr. Fatma didampingi oleh dr. Yuli, dr. Hikma, dr. Emi, dr. Fatmawati dan Penasehat Hukum Pemda Sinjai, Khair Halis Syurkati

Turut dihadiri Kasubag Bagian Humas Setdakab Sinjai, Usman Balo dan perwakilan OKP Sinjai. (*)

Editor : Ashari.

Facebook Comments