Alhamdulillah, Air Baku Balantieng Sudah Sampai Ke Ibukota Sinjai

oleh -1.487 views

Paparazziindo.com — Alhamdulillah atas seizin Allah Swt, visi misi Bupati Andi Seto Gadhista Asapa dan Wakil Bupati Hj. Andi Kartini Ottong dalam pemenuhan kebutuhan air bersih bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sinjai mulai terealisasi.

Buktinya, pemanfaatan air baku Sungai Balantieng yang terletak di Desa Bontotengnga, Kecamatan Sinjai Borong dengan potensi kapasitas 700 liter/detik telah sampai ke enam unit SPAM PDAM Kecamatan, termasuk di Ibukota Sinjai.

“Alhamdulillah pak, atas kerja keras dan bantuan seluruh lapisan masyarakat Sinjai beserta aparat dari kepolisian dan TNI, air baku Sungai Balantieng berbatasan dengan Kabupaten Bulukumba yang berjarak tempuh 60 Kilometer dari Ibukota Sinjai sudah dapat dimanfaatkan dan berjalan optimal,” ungkap H. Suratman, Dirut PDAM Sinjai kepada paparazziindo, Jumat (15/11/2019).

Ia menyebut, untuk sampai ke Ibukota Sinjai, ada enam SPAM Kecamatan yang akan melayani masyarakat dengan total kapasitas terpasang 200 liter/detik, diantaranya 20 liter/detik di SPAM Sinjai Borong, 10 liter/detik di SPAM Tellulimpoe, 20 liter/detik di SPAM Sinjai Selatan, 20 liter/detik di SPAM Sinjai Tengah, 20 liter/detik di SPAM Sinjai Timur, dan 100 liter/detik di SPAM Sinjai Utara.

“Dengan masuknya air baku Balantieng ke Ibukota yang menggunakan dengan sistem gravitasi dan telah rampung 100 persen ini, Insya Allah kebutuhan pokok masyarakat akan air bersih PDAM sudah dapat terpenuhi dengan baik dan maksimal,” terangnya.

“Ini sudah sesuai visi misi Bupati dan Wakil Bupati Sinjai. Diharapkan tidak ada lagi masyarakat di Sinjai yang tidak menikmati air bersih. Rencananya, pemanfaatan air baku Balantieng akan berjalan efektif diawal 2020, Insya Allah,” tambahnya, sembari menyampaikan, “Sebagaimana Bapak Bupati tidak mau melihat kebutuhan dasar air bersih masyarakatnya tidak terpenuhi,” tutupnya.

Diketahui, pembangunan sarana dan prasarana air baku PDAM dari Sungai Balantieng ini telah rampung 100 persen. Dimana telah melalui proses panjang selama 5 Tahun sejak 2014 lalu yang bersumber dari APBN Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ditambah Dana Pendamping Pemerintah Daerah untuk pembebasan lahan secara bertahap.

(Elang Suganda)

Facebook Comments